Ramai Mengenai Kurir Dimaki Pembeli, Ini Hal yang Wajib Anda Ketahui Tentang Layanan COD Pada E-Commerce

cod

Baru-baru ini, sebuah kabar di berbagai sosial media yang menggemparkan tentang seorang ibu dan anak yang memarahi seorang kurir, disebabkan paket yang dibeli dengan layanan COD tidak sesuai dengan keinginan ibu dan anak tersebut. Kejadian ini viral karena sang kurir mengambil video kejadian tersebut dan diunggah ke media sosial, yang menarik perhatian netizen dan langsung menjadi populer, serta menjadi bahan perbincangan masyarakat di Indonesia.

Dalam video yang sempat viral tersebut dapat dikatakan masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami konsep COD atau sistem pembayaran cash on delivery. Oleh karena itu, ketika paket atau barang yang dibeli salah atau tidak sesuai dengan keinginan, banyak orang yang masih menyalahkan pihak jasa pengiriman dan memarahi si kurir sebagai cara melampiaskan kekesalannya.

Pada kasus seperti ini, sebenarnya seorang kurir hanya bertanggung jawab untuk mengantarkan paket dan menagih pembayaran kepada pembeli. Sedangkan yang berhak bertanggung jawab atas semua kesalahan atau ketidaksesuaian isi paket ditanggung oleh penjual. Karena itu, tanpa disadari banyak kurir yang menjadi korban salah sasaran akibat kemarahan pembeli dan kelalaian penjual. Untuk menghindari hal ini terulang lagi, mari kita lebih memahami apa itu COD, bagaimana ketentuan dan hal lain yang perlu Anda ketahui.

Mengenal COD (Cash On Delivery)

Cash on delivery atau biasa disebut secara singkat dengan sebutan COD, merupakan cara pembayaran tunai dalam transaksi pembelian online di toko online atau e-commerce yang ada, dan disepakati oleh kedua belah pihak, antara penjual dan pembeli. Saat ini, dengan semakin banyaknya masyarakat yang berbelanja secara online, di beberapa e-commerce saat ini ini pembeli juga bisa memilih layanan pembayaran COD, dan membayar ketika barang yang dibeli sudah sampai dirumah atau di alamat yang ditentukan.

Sistem dalam layanan COD lebih ditujukan kepada konsumen pemula yang masih jarang menggunakan layanan pembayaran online berbasis digital Banking dalam belanja online. Hingga saat ini beberapa toko berbasis online shopping masih mempertahankan metode COD untuk meyakinkan pembeli bahwa barang yang mereka pesan bukanlah barang palsu atau penipuan, dimana hal masih banyak masyarakat yang ketakutan mengenai penipuan dalam berbelanja online.

Oleh karena itu COD dapat dikatakan sebagai  bentuk layanan yang ditawarkan oleh penjual kepada pembeli. Bentuk layanan ini adalah membayar pengiriman barang saat barang sudah sampai di alamat. Alamat yang dimaksud bisa Anda pilih sesuai keinginan Anda, bisa pada alamat rumah atau alamat dimana Anda bekerja. Yang terpenting, saat kurir datang membawa barang yang Anda beli, harus ada orang untuk menerima dan membayarnya.

Kelebihan Transaksi COD

cash on delivery

Meski sering menjadi keributan dan menggemparkan, layanan transaksi COD sendiri sangat populer dan pasti memberikan beberapa keuntungan bagi penjual atau juga bagi pembeli.

Kelebihan Sistem COD Untuk Penjual

  • Menarik lebih banyak konsumen yang belum terbiasa menggunakan layanan pembayaran online atau digital.

  • Dengan menawarkan sistem COD, maka rasa percaya pembeli kepada produk yang dijual akan meningkat.

  • Meningkatkan penjualan produk dengan kemudahan yang ditawarkan dengan sistem transaksi COD.

  • Mendapatkan keuntungan lebih dengan menawarkan sistem transaksi COD pada toko online Anda.

Kelebihan Sistem COD Untuk Pembeli

  • Pembayaran Ata transaksi atau barang yang Anda beli akan lebih mudah, tanpa perlu proses lain saat membeli

  • Tidak perlu memiliki atau menggunakan platform pembayaran digital, cukup membayar saat barang sudah sampai.

  • Kualitas produk kemungkinan besar akan sesuai dengan yang Anda inginkan.

Kekurangan Transaksi COD

Tidak hanya memiliki kelebihan, sistem transaksi COD ini juga memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Untuk pihak pembeli, cash on delivery tidak selalu mendatangkan keuntungan, terutama dari segi kemudahan dan kepraktisan, karena dengan sistem pembayaran seperti itu, jangkauan penjual yang mengirim barang terbatas dan tidak semua pembeli dapat menikmatinya.

Umumnya apabila pembeli berada dalam wilayah yang cukup jauh, misalnya penjual di luar kota atau bahkan di luar pulau akan memberikan pilihan, karena jarak menjadi kendala utama, sehingga konsumen memiliki pilihan yang terbatas. 

Sementara bagi penjual, kemungkinan kerugiannya adalah mereka perlu menyediakan cukup waktu, tenaga dan biaya yang harus disiapkan terutama di segi pengiriman.  Ditambah lagi misalnya jika barang pesanan dikeluhkan atau ditolak konsumen karena berbagai alasan, atau barang pesanan tidak sesuai standar pembeli dan bisa dibatalkan.

Kesimpulan

Menggunakan sistem COD untuk melakukan pembayaran menimbulkan banyak masalah dan ketidaknyamanan di antara pembeli, penjual dan jasa pengiriman, faktor terbesar adalah kebiasaan malas kita membaca aturan yang ada. Entah itu penjual atau bisa pembeli.

 

Maka dari itu yang terpenting biasakan membaca informasi dengan cermat sebelum membeli atau menjual produk di e-commerce, sehingga risiko dalam transaksi jual beli semakin kecil.