Tren Belanja Online di Tengah Pandemi Covid-19

tren belanja online selama pandemi

goodsshopping.net – Penerapan social distancing yang telah dilakukan oleh berbagai perusahaan membuat dampak tersendiri terhadap trend berbelanja online di tengah pandemi khususnya di wilayah Indonesia. Menurut data yang dirangkum tentang habit masyarakat Indonesia terhadap belanja online di tengah pandemi Covid-19. Berikut ini terdapat beberapa ulasan menarik mengenai meningkatnya minat belanja masyarakat Indonesia ditengah gelombang ancaman virus corona.

Riset tersebut diterapkan dengan melacak pergerakan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap aktivitas belanja online ke berbagai jenis produk di fase virus corona melanda. Instrumen yang digunakan agar mengetahui tingkat ketertarikan masyarakat dalam belanja online yakni melalui data impression pada Google Analytic. Berikut trend belanja online yang sedang terjadi pergerakan dan perubahan besar di tengah pandemi virus corona.

1. Alat-Alat Kesehatan atau Produk Pencegah Penularan Covid-19

Produk kesehatan mengalami peningkatan yang cukup pesat dan minat pembeli melalui online juga sering dilakukan. Seperti produk pembersih tangan atau hand sanitizer merupakan salah satu produk pencegah penularan virus corona yang tercatat mempunyai minta belanja paling tinggi yakni 5.596% setelahnya ada vitamin C yang ikut mengalami peningkatan peminat sampai 1.973%.

Peningkatan peminat untuk penggunaan berdampak terhadap melambungnya demand dari hand sanitizer itu sendiri. Nilai peningkatan sampai 100% di toko ritel serta mengalihkan para konsumen untuk membeli produk hand sanitizer melalui layanan online atau lewat beberapa e-commerce yang tersedia.

Selain itu ada juga produk kesehatan lain seperti Dettol, menunjukan peningkatan sampai 1.389%. Demand terhadap Lysol dan Dettol di masa pandemi virus corona terjadi di seluruh dunia, disebabkan adanya anjuran untuk penggunaan produk jenis ini sebagai desinfektan serta upaya untuk membasmi virus corona.

tren belanja online selama pandemi

Paparan virus corona memiliki gejala umum seperti suhu tubuh cenderung tinggi dari pada kondisi manusia normal pada umumnya. Biasanya yang terjangkit memiliki suhu tubuh mulai dari 38 derajat ke atas. Dengan kondisi akhirnya menarik minat para konsumen untuk mempunyai alat pengukur suhu tubuh manusia. Termometer sendiri ikut mengalami peningkatan pembeli sampai 1.008%.

Sementara untuk minat belanja produk kesehatan paling tinggi ada pada jenis barang seperti Termometer Lotus dengan patokan harga mulai dari 1 juta hingga 3 juta, dan untuk produk kesehatan berikutnya jatuh pada produk seperti masker penutup hidung dan mulut yang mengalami peningkatan pembelian sampai 168%.

Harga serta minat konsumen terhadap produk masker telah meningkat dari bulan Januari 2020 silam lebih tepatnya disaat awal kemunculan virus corona menyerang kawasan negara tetangga Indonesia yakni Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan yang signifikan di bulan Februari.

Baca Juga : Cara Belanja Online di Indomaret

2. Produk Pendukung Pekerjaan Selama WFH

Karena gelombang penyebaran virus corona di Indonesia tergolong rentan, membuat banyak perusahaan yang turut menerapkan pekerjaan dari rumah atau biasa dikenal dengan WFH (Work From Home). Pada wilayah pusat seperti Jakarta sudah menerapkan sistem WFH dari bulan April 2020 silam. Namun hingga tahun 2021 masih ada beberapa perusahaan yang menerapkan sistem tersebut karena perlu diketahui bahwa ancaman virus corona sama sekali belum berakhir.

Munculnya tren pekerjaan dari rumah turut mempengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja online khususnya di Indonesia. Dengan tingginya kegiatan meeting lewat online serta video keperluan lain mempengaruhi peningkatan untuk daya beli produk seperti webcam sampai 1.574%.

Alat seperti webcam ini tidak hanya diperlukan untuk kebutuhan kerja dari rumah saja, namun juga dapat membantu kegiatan belajar anak-anak serta mengajar melalui online yang banyak diterapkan oleh berbagai lembaga pendidikan atau sekolahan yang ada di Indonesia selama masa pandemic Covid-19.

Produk berikutnya yang mengalami peningkatan pembeli melalui online yakni kertas folio. Nilai peningkatan pembeliannya hingga 378%. Produk tersebut diprediksi akan selalu mengalami peningkatan pembelian online selama sistem WFH dan sekolah daring masih terus diterapkan.

3. Produk Indoor dan Outdoor

Tingginya minat terhadap produk sepeda seperti Polygon hingga berada pada titik 1.073% dari tahun 2020 silam. Hal ini tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja, tren pembelian produk sepeda outdoor maupun indoor ini juga mengalami peningkatan di negara Inggris.

Produk berikutnya yang mengalami peningkatan yakni Nintendo dengan minat sampai 157%. Jenis permainan game seperti Nintendo tutur mengalami peningkatan drastis di tengah pandemi Covid-19. Selain Nintendo ada juga PS4 yang mengalami peningkatan hingga 715%. Presentasi ini akan selalu mengalami peningkatan seiring diterapkannya pembatasan sosial di suatu negara.

4. Produk Minuman dan Makanan

Bahan makanan menjadi tren belanja online yang paling banyak diminati selama pandemi atau selama penerapan social distancing khususnya di Indonesia. Seperti tingginya minat pembelian mie instan sampai 178%. Selain dari produk lokal seperti mie instan, produk jenis minuman lokal pun ikut mengalami peningkatan signifikan.

Misalnya produk minuman cap Orang Tua memperoleh peningkatan sampai 80% jika dibanding sebelum datangnya virus corona. Peningkatan minat produk alcohol telah menjadi tren sendiri bagi negara yang menerapkan lockdown wilayah.